Unhas Ambil Peran dalam WikiNusantara 2026, Dorong Pelestarian Bahasa Daerah

Unhas Ambil Peran dalam WikiNusantara 2026, Dorong Pelestarian Bahasa Daerah

MATA SULSEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil peran dalam rangkaian Prakonferensi WikiNusantara 2026 dengan menyoroti upaya pelestarian bahasa daerah melalui pemanfaatan platform digital.

Kegiatan yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Universitas Hasanuddin, Jumat (10/4), menghadirkan sarasehan bertajuk “Dunia Wiki dan Upaya Pelestarian Bahasa” sebagai agenda utama.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Wikimedia Indonesia dan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin.

Sarasehan tersebut membahas pentingnya digitalisasi bahasa daerah sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi.

Kepala Career Center Universitas Hasanuddin, Burhan Kadir, mengatakan kehadiran platform digital seperti Wikimedia membantu proses pelestarian bahasa dan sastra daerah agar tetap relevan di era digital.

“Pelestarian dan digitalisasi bahasa dengan adanya Wikimedia sangat terbantukan. Budaya sastra daerah menjadi semakin panjang umur dan menjadi media strategis dalam penggiatan pelestarian bahasa,” ungkap Burhan, yang juga dosen sastra daerah Universitas Hasanuddin.

Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Hardiansyah, menjelaskan Wikimedia Indonesia merupakan mitra Wikimedia Foundation yang berbasis di Amerika Serikat dan menjadi bagian dari sekitar 40 chapter Wikimedia di berbagai negara.

Menurutnya, Wikimedia berupaya memastikan pengetahuan dapat diakses secara terbuka melalui internet.

Ia juga menyebutkan Wikimedia Indonesia memiliki sekitar 20 staf dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin, dalam pengembangan konten pengetahuan terbuka.

Agenda prakonferensi terbagi dalam dua sesi diskusi. Pada sesi pertama, tema “Proyek Wikimedia dari Perspektif Peneliti” menghadirkan narasumber Dr. Ika Alfina dari Universitas Indonesia dan Prof. Nur Aini Rakhmawati dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Keduanya memaparkan pemanfaatan proyek Wikimedia sebagai sarana berbagi pengetahuan ilmiah secara terbuka serta memperluas diseminasi hasil penelitian.

Sesi kedua mengangkat tema “Pelestarian Bahasa Daerah di Era Digital” dengan menghadirkan pakar filologi Universitas Hasanuddin, Prof. Muhlis Hadrawi, serta pakar bahasa Indonesia Ivan Lanin. Diskusi tersebut menekankan pentingnya dokumentasi bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa.

Selain sarasehan, rangkaian Prakonferensi WikiNusantara 2026 juga diisi pelatihan bertajuk WikiLatih yang dilaksanakan pada pagi hari. Pelatihan tersebut mencakup tiga kelas, yakni WikiLatih Wikipedia, WikiLatih Wikidata, dan WikiLatih Wikimedia Commons.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat dan menyunting artikel, mengelola data, serta mendokumentasikan media digital pada platform Wikimedia.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi akademisi dan mahasiswa dalam pelestarian bahasa daerah melalui kontribusi konten digital. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *