brimo token listrik 3293700151

BRImo: Genggaman Digital yang Membuka Cakrawala Ekonomi Masyarakat Jeneponto

MATA SULSEL, JENEPONTO — Di sebuah warung kopi sederhana di Pasar Karisa Jeneponto, H. Baso (52) duduk santai sambil memegang ponsel pintarnya. Di sela-sela menyeruput kopi hitam, ia menyelesaikan beberapa transaksi: membayar tagihan listrik, mentransfer uang untuk anaknya yang kuliah di Makassar, hingga membeli pulsa untuk istrinya di rumah.

“Dulu, saya harus rela antre berjam-jam di bank atau mencari ATM yang kadang rusak. Sekarang, cukup duduk di warung kopi sambil ngopi, semua urusan keuangan beres,” ujar H. Baso sambil tersenyum.

Pemandangan seperti ini kini semakin lumrah di Kabupaten Jeneponto. Di tengah keterbatasan geografis dan infrastruktur, aplikasi BRImo hadir sebagai jembatan digital yang menghubungkan masyarakat dengan layanan perbankan modern. Bukan sekadar aplikasi mobile banking biasa, BRImo telah menjadi mitra keuangan andalan yang memberdayakan ekonomi masyarakat Butta Turatea.

Pimpinan Cabang BRI Jeneponto, Ari Kusmayadi, menjelaskan bahwa BRImo dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan geografis yang selama ini membatasi akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Jeneponto memiliki wilayah yang cukup luas dengan banyak daerah pelosok. Tidak semua warga bisa dengan mudah menjangkau kantor cabang atau ATM. BRImo hadir untuk menembus batas itu. Cukup dengan smartphone dan koneksi internet, nasabah bisa mengakses hampir seluruh layanan perbankan kapan saja dan di mana saja,” ujar Ari saat ditemui di kantornya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, BRImo bukan sekadar alat transaksi, melainkan platform digital lengkap yang mampu menjawab kebutuhan keuangan masyarakat modern.

Ari Kusmayadi memaparkan sejumlah fitur unggulan BRImo yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jeneponto:

1. Kemudahan Akses dan Transaksi Sehari-hari

Fitur paling dasar namun paling berdampak adalah kemudahan melakukan transaksi sehari-hari. Melalui BRImo, nasabah dapat mentransfer dana antar bank, membayar tagihan listrik, PDAM, telepon, internet, pajak, BPJS, hingga membeli pulsa dan paket data.

“Ini sangat efisien dan menghemat waktu. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor atau ATM yang jaraknya jauh. Cukup di rumah, di pasar, atau di sawah, semua bisa diselesaikan,” jelas Ari.

2. Memberdayakan UMKM Lokal

Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jeneponto, BRImo hadir dengan fitur yang sangat mendukung pertumbuhan bisnis. Nasabah dapat membuka rekening baru secara digital, mengajukan pinjaman, hingga mengelola pembayaran dari pelanggan melalui fitur BRImo Merchant.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan BRImo, kami mendigitalisasi dan memajukan usaha mereka. Para pedagang di pasar tradisional kini bisa menerima pembayaran non-tunai, mencatat omzet secara digital, dan bahkan mengajukan kredit modal kerja tanpa harus datang ke bank,” papar Ari.

Siti Halimah (41), pedagang kain di Pasar Karisa Jeneponto, mengaku usahanya semakin berkembang sejak menggunakan BRImo Merchant. “Pelanggan sekarang banyak yang bayar pakai QRIS. Catatan keuangan saya lebih rapi, tidak perlu hitung manual lagi. Saya juga bisa transfer ke supplier langsung dari HP,” ceritanya.

3. Investasi untuk Masa Depan

Ari Kusmayadi juga menyoroti fitur investasi yang tersedia di BRImo. Masyarakat kini dapat memulai investasi dalam Surat Berharga Negara (SBN) atau reksa dana dengan modal yang sangat terjangkau, langsung dari genggaman tangan.

“Kami ingin mendemokratisasikan akses investasi. Tidak perlu modal besar atau datang ke perusahaan sekuritas. Sekarang, menabung dan berinvestasi untuk masa depan bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah. Petani, nelayan, guru, pedagang—semua bisa mulai berinvestasi,” ucap Ari.

4. Keamanan Transaksi yang Terjamin

Menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat tentang keamanan transaksi digital, Ari menegaskan bahwa BRImo dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis.

“Keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama kami. BRImo menggunakan PIN, password, dan otentikasi dua faktor. Setiap transaksi diproteksi dengan teknologi enkripsi terkini. Kami juga terus mengedukasi nasabah agar waspada terhadap modus penipuan,” tegasnya.

5. Mendorong Literasi Keuangan Digital

Menurut Ari, kehadiran BRImo tidak akan optimal tanpa diiringi peningkatan literasi keuangan digital masyarakat. Oleh karena itu, BRI Cabang Jeneponto secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke berbagai komunitas.

“Kami turun ke pasar tradisional, ke kelompok tani, ke sekolah-sekolah, bahkan ke pondok pesantren. Kami tidak hanya menyediakan aplikasi, tetapi juga memastikan masyarakat paham dan mampu memanfaatkannya dengan baik. Ini adalah bentuk pemberdayaan yang nyata,” jelas Ari.

Cerita dari Pelosok Desa di Jeneponto

Di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto seorang petani muda bernama Syamsuddin (28) merasakan sendiri manfaat BRImo. Setiap kali panen, ia harus membagi hasil dengan pemilik lahan dan membeli pupuk untuk musim tanam berikutnya.

“Dulu saya harus bawa uang tunai ke mana-mana. Risiko hilang besar. Sekarang, semua transaksi saya lakukan lewat BRImo. Transfer ke pemilik lahan, bayar pupuk, bahkan nabung untuk beli lahan sendiri. Lebih aman dan praktis,” ujar Syamsuddin.

Ia juga mulai belajar berinvestasi reksa dana melalui BRImo. “Setiap bulan saya sisihkan Rp100 ribu dari hasil panen. Kata petugas BRI, ini untuk masa depan anak saya nanti. Saya jadi lebih optimis,” tambahnya.

BRImo dan Masa Depan Ekonomi Jeneponto

Pinca Ari Kusmayadi optimistis bahwa BRImo akan terus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di Jeneponto. Ia berharap aplikasi ini dapat semakin diterima dan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

“BRImo adalah bukti komitmen BRI untuk selalu dekat dan memberikan pelayanan terbaik. Melalui digitalisasi, kami ingin memperkuat peran BRI dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Di era digital yang terus bergerak cepat, BRImo hadir bukan sekadar sebagai aplikasi, melainkan sebagai sahabat yang setia menemani setiap langkah keuangan masyarakat Jeneponto. Dari petani di sawah hingga pedagang di pasar, dari pelajar hingga pensiunan—semua kini memiliki akses yang sama terhadap layanan perbankan modern.

“BRImo membuka cakrawala baru bagi kami,” ujar H. Baso sambil meneguk kopi terakhirnya. “Dunia perbankan kini ada di genggaman. Kami tidak lagi merasa tertinggal.”

Itulah BRImo di Butta Turatea—bukan sekadar aplikasi, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah dan inklusif. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *